Rahasia Sukses Konsisten Membaca - Sudah lama banget aku ga baca buku, rasanya kangen gitu menghabiskan waktu untuk membaca lalu menceritakannya kembali. Sampai akhirnya 4bulan terakhir tahun lalu aku menargetkan diri sendiri untuk membaca.
Awalnya, setiap membaca maksimal 2 atau 3 lembar sudah ga bisa lanjut. Terlalu banyak distruksi. Padahal stock buku baru numpuk. Karena memang ada saat tertentu aku suka ngajak Zafa ke toko buku dan endingnya, aku yang belanja buku. Sedang Zafa beli puzzle, buku-buku Zafa lebih banyak aku beli online biar lebih murah. Buku anak-anak hard cover mahal banget soalnya.
Sampai pas waktu itu aku sakit kepala berkelanjutan dan menurut dokter aku harus mengurangi aktifitas dengan HP dan Laptop. Okay, aku nurut. Karena ga pegang HP ataupun duduk manis di depan laptop akupun ambil buku yang ga kunjung selesai. Dan..suprised banget, aku menyelesaikannya hanya dalam 3 hari, hahaha.
Ya, pastinya aku bisa selesai cepat juga karena buku yang kupilih sesuai selerah.
Nah, berikut aku bagikan rahasia sukses konsisten membaca yang aku lakukan. Semoga berguna, ya!
Ciptakan Kebutuhan Artinya, saat kita memiliki kebutuhan untuk membaca mau gam au kita akan memaksa diri kita untuk membaca. Misalkan saja, untuk seorang Ibu kita harus memperbanyak pengetahuan mengenai ilmu parenting. Jadikan ini kebutuhan, jadi adanya kebutuhan ini kita akan mencari bahan untuk kita baca berdasarkan kebutuhan tersebut.
Aku harus jauh dari gadget. Karena jujur, gadjet ini emang nagih, dan jika urusan kerjaan maka selama gadget di tangan ga akan pernah habis. Gadget ini termasuk TV.
Memilih buku dengan tema, topik, genre yang kita sukai. Kalau aku sukanya buku-buku personal development, marketing dan novel fiksi genre phylosophy sejenisnya. Kemarin itu buku yang ga beres-beres aku baca tentang pendidikan, hahaha. Entah apa yang meracuniku sehingga membeli buku pendidikan. Tapi, sebenarnya itu dalam rangkah aku mencari referensi tentang pendidikan anak sebelum membuat keputusan melakukan Homeschooling.
Pilih waktu yang tepat dan tetapkan itu sebagai "reading time". Jadi, di jam itu aku sudah siap dengan buku di tangan. Jika perlu aku sediakan kopi tapi tidak cemilan, karena aku paling takut bukuku kotor dan ga suka baca buku kotor.
Set up target sehari berapa lembar, jika ternyata bisa keterusan sampai melebihi target ya artinya kita bisa menambah target untuk membaca satu buku lagi, atau waktu yang ada aku pakai membuat note atau review agar dapat value atau isi dari buku tersebut.
Disiplin dan berikan penghargaan pada diri sendiri dengan buku baru lagi saat target tercapai.
Tambahannya, jika buku yang harus kubaca belum selesai dalam target waktu yang kutetapkan biasanya aku selalu bawa kemana aku pergi, jadi di setiap kesempatan aku bisa membuka dan menyelesaikannya.
Distraksi terbesarku sebenarnya bukan TV, HP atau laptop tapi Zafa. Kadang dia suka ngajak maim pas jadwal "reading" ku. Ada kalanya aku minta waktu kedia tapi beberapa kesempatan aku ga bisa nolak makanya kadang target waktu meleset sedikit walau seringnya selesai sebelum target.
Sekarang yang sedang antre buat aku baca adalah buku Mitch Albom. Salah satunya versi Bahasa Inggris alias buku import yang kubeli dengan harga murah, hehehe.
Baca Juga: Belajar Hidup Dari Morrie
Yuk, semangat membaca!!

memilih topik buku yang kita sukai penting banget ya mbak
ReplyDeletebiar kita bisa lebih happy menjalaninya.
Iyes, Mas Ikrom kalau ga benter aja bakal bosan.
DeleteDengan membaca bisa membuat wawasan kita menjadi sempurna, Karena membaca juga termasuk jendela informasi dunia.
ReplyDeleteSaya juga hobi membaca mbak Nell, Meski tidak harus dari buku, Bagi saya membaca memang sangat mengasikkan. Bahkan kalau lagi moet baca saya tinggi bisa berjam-jam atau sehari penuh.😄😄
Terlebih bacaan anu..😂😂😂😂
Hush hush..ona anu...tak laporin lho....hahahaha
DeleteKang satria ketahuan suka baca novelnya Eny Arrow..😁
Deleteish ish ish....pantesan sampai berjam-jam, wakakakka
DeleteKalo sukanya mah, berjam-jam juga rasanya cuma sebentar.😂
DeleteYa Allah....kalian menceritakan pengalamannya di komen, ayo posting di blog pasti rame lho! hahaha
DeleteBoleh juga sih, pastinya seru dan mungkin banyak yang tanya link download nya..😂
DeleteHahahah...kan lumayan naikin traffic blog kalian, ye kan?
Deletexixixixi
Malas ah, buat apa traffic blog tinggi tapi penghasilan adsense rendah.😂
Deleterajin membaca sama saja dengan banyak melihat dunia serta isi nya, artinya semakin sering membaca semakin banyak yang kita ketahui
ReplyDeleteBetul banget, seperti itulah.
DeleteMembaca membuat kita juga lebih percaya diri.
Saya juga suka baca biarpun tidak dari buku, misalnya saja dari blog atau portal berita. Tapi memang baca buku ada seni nya sendiri, beda sama baca ebook biarpun judulnya sama.
ReplyDeleteTapi bacaan yang paling kusuka biasanya komik, bisa seharian. kalo baca buku parenting satu dua halaman saja udah malas, tiga empat halaman mata sudah kunang-kunang. Kalo lima enam halaman...😂😂😂
Wakakakka......
Deleteoleh karenanya memilih genre buku favorit menjadi penentu selesai tidaknya buku yang kita baca yaa, hahahaha.
Dulu aku suka komik, tapi tempo hari dibawaan komik teenlit sama suami kok udah hilang minat. Tapi, kalau jenis Doraemon, Sinchan, Maroku itu masih dong suka.
Kalo komik teenlit aku malah baru tahu. Kalo aku lagi suka baca komik legenda naga.
DeleteTapi ini komik agak nyebelin, masa setahun cuma dua komik aja bahkan pernah setahun cuma sekali. Dari tahun 1999 sampai 2020 belum selesai, sehingga ada guyonan kalo komik ini hanya cocok untuk orang yang umurnya panjang.😂
Kalo dipikir-pikir mirip detektif Conan sih, dari tahun 1994 sampai sekarang Conan nya ga gede-gede.😁
Hahahahaha.....
DeleteYa kan bikin komik butuh waktu dan harus mikir makanya butuh waktu buat selesein.
Conan aku masih sukalah. Teenlit ini kisah cinta-cintaan yang absurd.
Iya juga sih, komikus juga kan butuh waktu ya. Sebenarnya selain komik aku juga suka novel horor seperti karya Abdullah Harahap misalnya tumbal kalung setan atau manusia serigala.😄
Delete@Agus Massa sih ...Padahal mah bacaan porno kali. Sama film yang ada biru2nya sudah ngaku saja..😦😦
DeleteWaduh guru saya datang, sungkem guru.🙏
DeleteNgakak aku tuh sama kalian berdua, wong bacaannya sama tapi masih saling tuduh, hahaha
Delete🤣🤣🤣
Deletesaya juga punya banyak stok buku tahun lalu yang belum dijamah sedikit pun mbak, sedih. baru baca beberapa halaman ga bisa lanjut.
ReplyDeleteBiasanya jadwal baca saya dimalam hari sebelum tidur. Bisa lah ini beberapa lembar. lalu gadget tampak lebih menggoda, jadinya scroll2
noted. mulai hari ini gadgetnya dijauhkan dulu seperti saran mbak
Semangat membaca, Mas.
DeleteBtw, gara-gara postingan Mas Sabda ini sekarang saya mulai ikutan nabung emas, hahaha.
Peerku juga nih mba, ada beberapa buku yang ku beli masih belum kubaca. Butuh niat dan komitmen memang yaa, plus jauh-jauh dari gadget dulu.
ReplyDeleteIya, Mbak...butuh komitmen atau kalau tidak kita butuh baca buku tersebut sehingga mau ga mau maksain diri buat baca. soalnya butuh.
DeleteBener ya mbak Hani, kita harus meluangkan waktu khusus untuk baca buku agar wawasan kita juga bertambah. Ini masih ada beberapa lembar voucher g***a yg di khususkan untuk beli buku bacaan tp aku kalah sama anak ku mbak Hani, slalu ngalah Krn kesukaan dia baca buku komik Doraemon alhasil yg di beli buku komik Doraemon trus.
ReplyDeleteHahaha, ya ALLAH kalau deket maulah aku pinjem.
DeleteSesekali baca komik doraemaon demi kesehatan jiwa.
Dulu aku sebagai reading freak, sekarang jadi gadget freak. Niatan baca buku pas lagi seru, ngantuk melanda. Duh, pengaruh apakah itu? tau-tau udah ketiduran dengan buku. Hmm
ReplyDeleteHahaha.../
DeleteKayanya sekali kali kita bikin challenge "DETOX GADGET" setiap hari Minggu gitu ya....
Baru tau harga Buku anak anak bakal lebih murah jika beli murah
ReplyDeleteSaya tuh paling suka ngasih hadiah Buku
Ga langsung dibaca ya gapapa 9
Kalau online lebih murah itu karena lebih kit abanyak browsing dan andalin diskonan. Plus, ya...yang di beli di Jawa lebih murah dari di Bali meski plus ongkir, kadang malah free ongkir. hehehe
DeleteDuh merasa tertampar deh ini aku mba. Hahahaha. Aku itu kerjanya suka beli buku. Kalo dulu sih pasti dibaca. Tapi sekarang pas lagi punya baby kembar, semangat membaca molor semolor molornya. Masih ada lebih dari 5 buku yg bahkan sampul plastiknya pun belum saya buka. Memang harus berkomitmen konsisten ini. Terima kasih sudah mengingatkan ya mba.
ReplyDeleteMbak...dirimu punya anak kembar, jadi ingin segera meet up aku.
DeleteXixixixi
SIni tak bantu buka packing and bacain, entar aku ceritain, hahaha
Seringnya kalau dipaksakan baca malah nggak masuk ke otak mbak, saya kalo mau baca buku mesti diruang yang agak sepi jadi bisa konsen
ReplyDeleteBener, Mbak.
DeleteGa bisa dipaksa.
Akan tetapi kadang untuk membiasakan diri gitu butuh dipaksa lama-lama biasa.
Benar banget nih Mbak Hani. Harus di-set up keadaan yang kondusif. Kalo di kota saya ada komunitas yang kalau selenggarakan pertemuan, mereka sediakan waktu 20 menit semua orang harus diam dan membaca. Pernah diselenggarakan di komunitas blogger eh yang ada lebihd ari 20 menit. Terus saat diskusi buku, yang harusnya 20 menit molorr hahaha.
ReplyDeleteSeruitu kegiatan komunitasnya, Mbak Niar.
DeleteSayangnya aku ga ada gabung di komunitas apapun.
Menarik artikelnya. Memang membaca harus dalam mood yang bagus, kondisi fit, & tidak lapar. Topiknya pun harus yang disukai. Sesekali sambil berwisata misal ke perpusnas Jakarta atau Singapura sekalian hehe.. Dan satu lagi, membaca harus ada waktunya tersendiri (sendirian) dipisah dengan waktu duskusi
ReplyDeleteTidak lapar patut dicatat.
Deletebeneran kalau lapar ga bisa mikir hahaha
wah wah.. bermanfaat nih tipsnya.. makasih mbak!
ReplyDeletefrom : aorlin.com
Sama-sama semoga bermanfaat.
DeleteAku belakangan mulai suka baca di platform membaca semisal Cabaca atau Storial gitu, jadi bacaku malah tetap di gadget. Duh, sulit sekali mau dadah bye bye sebentar sama gadget deh aku ini.
ReplyDeleteUntuk literasi digital saya hanya sekali nyoba baca ebook.
DeleteMata sakit deh. Cuman saya ada beberapa web atau blog yang related dengan kesukaan saya yang rajin saya baca, kebanyakan bukan blog orang indonesia sih.
Amponnnnn..makjleb bener tulisan ini. Tahun 2019 kemarin saya jarang banget yang namanya baca buku. Aslikk deh! Di rumah masih banyak tuh buku yang udah dibeli tapi belum dibaca. Huhuhu. Keseringan scrolling socmed sih hihihi
ReplyDeleteHahaha....
DeleteAyo kita bikin challenge DETOX GADGET kapan-kapan?
Aku masih suka membaca tapi novel dan sebulan bisa banyak, tuh. Belinya novel-novel lama gitu jadi dapat harga miring, misalnya Rp 100 ribu dapat antara 3-5 novel. Tapi, aku kangen banget membaca buku yang agak berat. Butuh ilmu apa gitu. Dalam waktu dekat, sepertinya sudah waktunya nih kembali membaca buku parenting, religi, atau pemberdayaan diri.
ReplyDeleteThanks nih Mbak sudah ngingetin soal membaca buku. Kan biar alokasi dananya nggak belok buat beli jajanan, hahaha ...
Waaahhh...keren Mbak...pasti rak bukunya penuh ya?
DeleteSaya yang termasuk membebaskan buku-buku yang sudah saya baca dan biasanya saya akan cerita apa yang saya dapat dari buku itu.
Makasih ya mbak, tipsnya bisa membantu untuk konsisten membaca...
ReplyDeleteCuma pastinya saya harus kondisikan bocils dulu biar emaknya bosa baca dgn tenang
Pasti Mbak Dee, bocils harus bobok dulu atau tenangkan dulu hahaha
DeleteBuat saya membaca itu harus dipaksakan, kalau gak dipaksakan ya ga akan mulai, tapi kalau sudah mulai lama2 jadi terbiasa.
ReplyDeleteUntuk mulai? Yes, harus dipaksa Mbak.
DeleteSat kita vacumm maka akan timbul keenakan, hahaha
ada beberapa poin di artikel ini yang blm sempet aku lakuin untuk konsisten membaca, dan tips dari mba akan aku pake ah biar bisa konsisten membaca :)
ReplyDeleteBismillah, semoga kita semua konsisten membaca ya biaar makin banyak knowledge. Sukses selalu, Mas..
DeleteMba Hani keren. Aku baca nggak selesai2 setelah baca postingan ini, makin yakin kalo membaca harus yang kita sukai ya Mba.
ReplyDeleteMba Hani keren. Aku baca nggak selesai2 setelah baca postingan ini, makin yakin kalo membaca harus yang kita sukai ya Mba.
ReplyDeleteYa ampuunn, sedih deh baca ini, soalnya saya belum mampu nih nyusun target buat membaca buku, dan sungguh saya malu dengan tumpukan buku di meja dekat laptop saya, yang sudah setahun lebih bahkan belum dibuka bungkusnya hahahaha.
ReplyDeleteAkhirnya saya menghibur diri, dengan mengatakan bahwa meskipun saya belum bisa membaca 1 bukupun, tapi saya membaca banyak hal dari postingan teman-teman, dan saya merasa itu juga bermanfaat, sama dengan buku :D
kalau saya memang beneran belum punya waktu khusus buat baca, karena bahkan menulis dan ngeblog ini, nyuri-nyuri waktu banget hiks.
Berusaha menikmati saat rempong ini, suatu saat nanti saat anak-anak sudah mandiri, saya bisa punya waktu banyak buat baca buku :)