B2B atau Business to Business ini istilah untuk sebuah bisnis yang menjual product untuk bisnis lain. Jadi, kalau biasanya kita menjual product untuk end user alias pengguna langsung, macam retailer ini bukan. Akan tetapi, pemilik bisnis lain yang menggunakan product atau jasa kita. Nah, itu penjelasan singkat buat teman-teman yang belum tahu apa sih B2B itu?.
Further, kali ini kita akan belajar Bagaimana menjadi Tenaga Pemasaran untuk B2B market atau bisnis mungkin ini seperti pengulangan buat teman-teman di group Marketer DeZavo, tapi ga apa lha ya biar refresh lagi, xixixixi.
Further, kali ini kita akan belajar Bagaimana menjadi Tenaga Pemasaran untuk B2B market atau bisnis mungkin ini seperti pengulangan buat teman-teman di group Marketer DeZavo, tapi ga apa lha ya biar refresh lagi, xixixixi.
Pokoknya di sini kita belajar marketing dengan cara fun
dan merubah cara pandang orang tentang marketing yang serem dan horror.
Menjadi tenaga pemasaran buat B2B (Business to Business)
market berbeda dengan tenaga pemasaran yang berhubungan dengan end user atau
retail market.
Ada beberapa hal yang harus kita ketahui dan fahami apa
saja yang di lakukan oleh B2B tenaga pemasaran?
Lakukan Riset hotel bintang berapa, kebutuhan apa,
sudah ada vendor langganan tidak Level kekuatan pembeliannya di mana? Etc. Kalau market kita bukan hotel ya cari tahu, apakah market kita lebih ke retailer macam Indomaret, Alfamart, CocoMart atau mart-mart yang lain. Atau bisa jadi para pemilik, salon, butik, spa dan lain sebagainya. Kenapa riset dilakukan? agar kita tahu, oh iya market kita sudah ada supplier yang kondisinya begini, term-nya begini jadi at least kita bisa tahu apa value atau selling point apa yang kita tawarkan ke mereka yang tidak ada di vendor lain.
Be honest. Selama ini kami di DeZavo menerapkan namanya prinsip jujur, jadi kalau vendor lain bisa bohong tentang specification suatu barang biar dapat order, kami memilih jujur meskipun kadang harus loosing order karena di masa mendatang kami malah mendapatkan kontinyu order yang lebih bernilai besar. Dan ini sudah kejadian.
Tanyakan pertanyaan yang jawabannya menjelaskan apa
perusahaan kita, bagaimana kita memberikan service, apa saja servis-nya dan apa
yang bisa kita berikan dibanding vendor lain, etc.
Mendengarkan Adalah mendengarkan setiap keinginan
client tanpa memotongnya. Meskipun mungkin client memberikan informasi kurang
benar suatu product. Dengarkan sampai selesai, lalu konfirmasikan informasi
yang benar tentang product itu. Dan ulangi apa yang client request. Ini
menunjukkan atensi yang kuat dan kita memang orang yang bisa diajak sharing.
Jangan kasih kesan sok minterin kadang beberapa orang ga suka meski ada yang berterima kasih dengan
informasi tersebut. Oleh karenanya cara penyampaian yang tepat itu yang akan
menentukan penerimanya.
Educate Memberikan client edukasi tentang
product yang mereka butuhkan, jangan berulang kecuali mereka meminta dan pakai bahasa yang gampang dimengerti. Lalu, berikan
mereka kesempatan bertanya. Porsi kita bicara 30% saja kalau sudah di leverl
ini..jelaskan singkat ga usah tambahkan informasi yang ga perlu meski kdg
berkaitan biarkan client yang memintanya agar percakapan lebih panjang 😃
Mencintai Tantangan Kalau ketemu client sulit makin
semangat dan exciting ingin menahlukkan, bukan mundur. Mereka yang menyukai
tantangan ga gampang menyerah.
Humble. Yes, tetep humble di manapun level
kita. Humble terhadap client, kolega, partner dan semua orang. Karena ini yang
memberikan daya tarik berbeda dalam diri kita.
Stop & closing. Ada saatnya kita menunggu client,
lakukan nego, dan jangan terlalu lama. Kalau sdh melewati memberikan penawaran,
negosiasi harus diakhiri dengan closing. Jadi konfirmasi ya, Bu? DP ya Bu kan
harga, garansi dan semua sudah Ok.
Bikin Perancanaan. Selalu ada rencana untuk networking
lebih luas, agar potensial lead list lebih panjang dan chance jualan pun lebih
banyak.
Berikan Lebih. Seperti prinsip hidup; berikan lebih
daripada yang kamu terima begitu pula tenaga pemasaran. Berikan banyak waktu
untuk approaching, follow up, bertemu dan closing
Praktek. Artinya lakukan semua secara kontinyu,
persistant dan sabar. Usaha tidak mengkhianati hasil, kok. Jangan lupa di atas
semuanya kita harus meminta restu pada TUHAN Yang Maha Kuasa dan Orang Tua 😇😇
Meskipun teori yang ditulis di sini berasal dari praktek,
tetap akan membutuhkan penyesuaian karena kondisi di lapangan yang kita hadapi
selalu berbeda. Tidak usah takut, be flexible dan selalu konsultasikan dengan
team leader masing-masing.

No comments:
Post a Comment
Hai Sahabat,
Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.
Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!
XoXo