Kalau kata orang pada umumnya,
para motivator yang mungkin merangkap pula sebagai pebisnis sukses karena basic
mereka jadi motivator adalah bisnis mereka, mereka sharing motivasi ya focus
motivasi saja.
Mereka tidak memberikan ilmu
mereka, trik-trik yang mereka pakai dalam menjalankan bisnis mereka.
Tapi, di sini karena kita belajar
bareng jadi kita saling memotivasi sekaligus belajar trik menjalankan bisnis
bersama-sama. Insyallah bermanfaan jika diterapkan.
Setidaknya ada 3 Tips Psikologi Penjulan Yang Harus Kita
Kuasai sehingga kita bisa masuk dan melihat isi kepala pelanggan atau calon
pelanggan kita.
Memang, diakui hal ini labih
manjur buat mereka yang langsung jualan product langsung ke decision maker dan
atau end user tapi tetap butuh kita mastering karena ilmu penjualan di
mana-mana akan aslinya sama saja hanya beda bidang dan kondisi sehingga butuh
adjusment.
Mari kita pelajari bersama, apa saja 3 Tips tersebut
Pertama: Memahami Habituasi.
Habituasi atau penyesuaian terhadap suatu hal adalah hal besar yang
dialami oleh banyal tenaga pemasaran seperti
kita ini.
Contohnya adalah pada kehidupan kita sendiri saja, entah
setiap hari berapa email penawaran masuk, telpon penawaran, vidio dan lain
sebagainya, otak kita terbiasa dengan hal ini maka kita tidak tergugah ingin
membaca sampai selesai, mendengar sampai tuntas, bahkan yang lebih buruk
langsung skip Jkenapa demikian? Karena itu sudah
biasa.
Yang kita butuhkan adalah Pembeda. Bagaimana approaching
mereka dengan cara berbeda sehingga tidak dicueki?
Tentu saja bukan hal yang mudah, hampir setiap hari kami
di DeZavo
berpikir bagaimana melakukan innovasi. Bukan cuma di product tapi di pelayanan
dan juga approaching.
Kadang bikin flyer bergerak-lah, vidio products, vidio
tentang produksi dan lain sebagainya. Semua ini demi mendapatkan atensi agar ga
dicueki seperti penawaran lainnya.
Yang Kedua: Jangan Berisik
Ini menarik dibahas. Kami pribadi terkadang sudah menahan
diri ga reseh dan terlalu mengganggi client dalam lakukan follow up akan
tetapi, terkadang client masih merasa terganggu.
Sebab, mungkin kondisi psikis si client saat itu sedang
dalam banyak tekanan makanya dia cenderung menarik diri, atau meskipun jarang
follow upnya tapi kalimat yang kita pakai kesannya "noisy" banget?
Bisa jadi. Kalau iya, maka kita harus lakukan evaluasi terhadap approaching
kita.
Saat kerja ikut orang aku sering kena kasus ini, kenapa?
Karema aku harus lakukan apa kata director of salesku, aslinya aku ga mau
karena aku kan yang selama ini berkomunikasi dengan mereka, jadi aku faham
psikologi mereka karena kenal karakter mereka.
Belajar merangkai kata yang tidak berdampak menyebalkan
harus kita mulai dari sekarang. Agar orang happy membaca pesan kita, follow up
kita ga berkesan follow up. Halus aja mainnya.
Beberapa orang biasa main kasar, tapi 95% orang suka main
halus JJ
Yang Ketiga: Komitment Untuk Konsisten
Strategi psikologi
penjualan terbesar dan paling effective adalah konsistensi untuk terus berjalan
di jalan yang sudah kita buat.
Konsistensi Tim kami membuat catalog baru setiap bulan,
memberi adv. flyer setiap hari agar sahabat konsistem membagikannya di halamam
Linkedin.
Untuk aku sih, memang ku akui, aku lacking di sini, di
mana web, sosmed yang kupegang
sepertinya tidak konsisten updatenya. Tapi, paling tidak aku selalu berusaha
melakukannya.
Oleh karena itu ada sesi sharing di sini agar kita bisa
saling mengingatkan.
Ayo gerak dan senantiasa bersemangat agar rejeki ngikutin
kita J

Betul sekali saya jualan online agak sulit closing karena tidak konsisten seperti malas upload produk baru dan cenderung mengandalkan produk lama yang peminatnya menurun
ReplyDeleteKonsistensi emang dibutuhkan, ya Mbak.
ReplyDeleteSebenarnya ini ga cuma di persoalan jualan tapi dalam hal apapun, hehehe