Anak-anak itu mendapatkan kecerdasan ibunya, makanya penting ni buat para lelaki mencari istri yang cerdas, xixixixi. Kidding! But, this is true! Bahwasannya, anak mendapatkan kecerdasan anaknya. Dan itulah kenapa aku ga pernah memaksakan Zafa buat menjadi anak super jenius yang hafal ini dan itu karena aku jauuuuuh dari itu.
Karena itu, akhirnya aku fokus mengembangkan EQ atau Emotional Quotient-nya. Tapi, bukan berarti aku ga peduli dengan perkembangan IQ-nya juga. Tetap, sih. Kenapa aku fokuskan perkembangan EQ-nya terdahulu? Karena aku tahu, dengan kecerdasan EQ yang baik insyaallah dia ada kemauan belajar yang mengembangkan IQ-nya.