Belajar Budaya Lewat Musik dan Aksara

 Aku terlahir bukan dari keluarga pecinta seni apalagi seniman, oleh karena itu seni adalah hal yang unik, wah dan kedengarannya di luar jangkauan. Namun, mendengarkan musik bukanlah hal yang sangat asing bagiku karena sedari kecil aku sudah biasa juga di buai dengan lantunan lagu yang kadang tidak aku mengerti.


Belajar Budaya
dok. pribadi

Dulu, semasa kecil aku masih ingat bagaimana nenekku bersenandung lagu Jawa dengan Bahasa yang sangat asing buatku karena menurutnya itu adalah Bahasa Jawa ngoko alias Bahasa Jawa yang sangat halus. Bahkan, nenekku dengan sabar mau menceritakan apa isi dari lagu yang disenandungkan nya. 


Sangat luar biasa, dalam setiap lagu yang disenandungkan oleh nenekku ternyata memiliki makna yang sangat baik. Tentang bagaimana menjadi manusia, saling peduli dan saling menyayangi. Aku tidak begitu ingat tepatnya apa. Karena, saat aku berusia sekolah 6 tahun aku sudah diasuh oleh ibuku sendiri secara penuh sehingga tak lagi aku bisa mendengarkan buaian “senandung” Bahasa Jawa tersebut.


Makanya, di saat aku memiliki kesempatan menonton acara Live IG Bincang Mimdan #3 dengan topik “Belajar Budaya Lewat Musik” tanggal 27 Januari 2022 kemarin aku merasa keren! Topik ini rasanya berat banget buat aku yang rasanya kurang mengenal budaya dan tidak faham sebenarnya apa budaya itu sendiri.




Dalam acara LIVE IG yang dipandu oleh Teh Evi Sri Rejeki yang merupakan seorang penulis novel dengan narasumber Mas Joko Elisanto yang merupakan musikus dan pencipta lagu “Merajut Nusantara” dengan berbagai pengalaman luar biasa bekerja sama dengan PANDI Program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara menjelaskan bahwasannya melalui lagu secara tidak langsung kita telah belajar mengenai budaya.


Dari Mas Joko ini aku pun jadi faham bahwasanya budaya itu lahir dari kenyamanan. KIta belajar dari bagaimana orang tua menyenandungkan lagu untuk meninabobokan anaknya. Karena anak-anak merasa nyaman mendengarkan senandung tersebut dan melalui senandung tersebut orang tua seperti menyampaikan pesan secara tidak langsung.


Budaya itu sendiri akan selalu berkembang.


Lebih lanjut, Mas Joko bercerita kenapa beliau mengajak kita belajar budaya lewat musik karena belajar lewat audio itu lebih mudah diterima karena frekuensinya dan musik memang merupakan bahasa universal.


Kita pun diberikan contoh, betapa mudahnya belajar Bahasa pun lewat musik. Benar juga sih, bahkan sampai sekarang sadar atau tidak kita mengajarkan sesuatu ke anak-anak melalui lagu. Kalau jaman sekarang kita mungkin ga asing kan dengan “Nursery Rhyme” ini adalah lagu-lagu yang memberikan pelajaran kepada anak-anak dari abjad, nomer sampai kepada perilaku.


Contoh dari Nursery Rhyme ini merupakan belajar lewat aksara dan musik. Di mana aksara ini dapat mengajarkan kita sebuah karakter serta sebuah cermin. Contohnya: Aksara Jawa, cara menulisnya serta cara bacanya mencerminkan dari orang Jawa itu sendiri.


Untuk masa saat ini mengembangkan budaya lokal, mempertahankannya  seharusnya tidak ada kendala karena sekarang ini akses media sangat mudah. Karena adanya ruang-ruang maya atau digital yang sudah menjadi konsumsi sehari-sehari setiap orang. Semua itu tinggal isi dari aksara dan musik, semua tergantung kesantunan orang tersebut dalam menghasilkan sebuah karya.


Kendala utama dalam hal ini justru pada setiap personal atau seniman itu sendiri bagaimana mereka meramu karya-karyanya dalam melestarikan budaya itu sendiri.


Karena tadi disampaikan tentang kendala dalam pelestarian budaya yang lebih pada diri kita atau personalnya, jadi diharapkan kita ini bisa lebih percaya diri untuk menghasilkan karya-karya yang baik dan juga lebih belajar lagi dengan santun.


Dan sebagai anak mudah sudah sebaiknya kita memiliki kemauan untuk melakukan kolaborasi antar budaya dan juga belajar dengan para senior yang mungkin lebih faham terlebih dahulu karena mereka sudah tergerak duluan dalam upaya pelestarian budaya Indonesia. Karena, di Indonesia ini kita tidak kekurangan anak mudah-anak mudah yang kreatif.


Semoga Talk Show ini menggerakkan setiap seniman untuk bisa menyampaikan kebaikan. Dan terima kasih kepada PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) yang telah mendukung upaya pelestarian Budaya Indonesia melalui “Merajut Indonesia”.

1 comment:

  1. wonderful Indonesia :D pengen banget ke Bali, semoga suatu saat nanti tercapai yaaa

    ReplyDelete

Hai Sahabat,

Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.

Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!

XoXo