Hulhumale Island - Di
postingan tentang Mengenal Maldives aku bercerita kalau aku tinggal di
Hulhumale (dibaca: Hulumale) yang mana pulau sendiri yang lokasinya tidak jauh
dari kota Male, Ibu kota dari Maldives.
Kami,
memang berkesempatan mengoobrol banyak dengan penduduk local karena kami suka
belajar tentang budaya mereka yang menurut kami sangat menarik. Jadi, kami pun
bisa mengumpulkan banyak cerita tentang tempat yang kami singgahi walau tidak
lama sebab kunjungan kami memang untuk bisnis.
Hulhumale
Island merupakan pulau hasil reklamasi yang development-nya dimulai di tahun
1997. Untuk ke sini dari airport memakan waktu sekitar 10menit dengan taxi dan
cukup membayar MVR 100,000 atau $10.
Bisa juga dengan Ferry sekitar 20menit atau bisa juga dengan bis dengan
hanya $2.
Kota Kecil
Merupakan
kota kecil yang tertata rapih dan berkesan nyaman. Kota ini benar-benar
menunjukkan kalau mereka masih dalam progress development karena masih bisa
kita lihat pembangunan di kanan dan kiri.
Memiliki
centar park tempat berkumpul penduduk kota sekitar yang tidak kalah bersih,
namun central Park ini betulan terlihat masih baru dan dalam progress
development.
![]() |
| Central Park |
Semua
penduduk tinggal di apartement yang setiap buildingnya hampir memiliki solar panel
dan system filter air sendiri.
Sama
dengan wilayah lainnya, Hulhumale juga dikelilingi oleh pantai. Namanya juga
pulau.
Sebelum
pulang kami sempat mampir ke Ferry terminal yang merupakan tempat unload
container-container. Jadi, kami pun bisa punya bayangan kalau barang yang kami
kirim kesini mampir kesini sebelum dilakukan inland shipment ke resort-resort
atau pulau tujuan.
Pasar
Pas
kami jalan dari Ferry terminal, ga sengaja kami lewat pasar. Bangunan pasarnya
sangat bagus untuk ukuran pasar, hahaha. Tapi, sayang yang dijual belum banyak.
Kami
mencoba membeli beberapa buah yang terlihat asing dan berbicara dengan penduduk
local. Tahu gak, sih? Dengan menelusuri pasar ini aku benar-benar bersyukur
tinggal di Indonesia dengan segala sumber daya alamnya yang melimpah. Di sana,
mau makan sayur dan buah kebanyakan import dari Srilanka atau India. Meski ada
sih, pulau yang menghasilkan buah. But, not a lot!
Satu-satunya
komoditi di Maldives adalah ikan!
Jembatan
Male
- Hulhumale bisa ditempuh hanya sekian menit dengan taxi MVR 65,000 – 75,000 (beda tariff dengan taxi dari bandara) tentu karena adanya jembatan penghubung yang
lumayan panjang.
Hampir
setiap hari kami lewati jembatan ini, sampai hafal! Hahahaha
Jembatan
ini adalah jembatan yang dibangun sebagai tanda persahabatan pemerintah China
dan Maldives.
Istilah-Istilah
Ada
istilah-istilah yang mengganjal dan buat aku penasaran, lalu aku tanyakan ke
penduduk local. Aku listing di sini yak arena jawaban ini aku dapat pas makan
malam sama client di salah satu café di Hulhumale:
1. Atoll dari dulu istilah ini sering mampir di telingaku
tapi aku ga tahu apa maksudnya, ternyata Atoll ini sama dengan propinsi.
2. Fushi itu artinya dream island yang menggambarkan
keindahan laut Maldives dengan pasir putihnya yang halus dan airnya berwarna
Tosca.
3. Magu itu artinya jalan atau biasanya kependekan dari “Street”
kenapa aku penasaran karena aku lihat di setiap penunjuk jalan berakhiran kata “magu”.
Kota
kecil yang berkesan dan membuatku ingin menjadikannya rumah kedua setelah Bali,
hahaha.








yapp.. karena maldives kepulauan, jadi komoditi sama sperti indonesia. ya ikan
ReplyDeletedan mantap mba, hati hati, jaga kesehatan, selamat bersenang-senang.
Wah, jadi kangen maldives, saya dulu sempat 4-5 jam di negara ini dalam rangka transit doang tapi, haha
ReplyDeleteKalo ingat maldives jadi ingat film kartun yang ada di spacetoon hyehehe :D
DeleteMemang kelihatan rapi dan baru banget Pulau Hulhumale. Bersih pula.
ReplyDeleteBtw, waktu ke Nepal, saya sadar banyak nama jalan di sana yang diakhiri dengan "marg," ternyata artinya memang semacam jalan. Barangkali ini padanannya dalam bahasa Maldives. Magu... Marg... terdengar mirip. :D
Langitnya cerah banget ya mba, terlihat bersih dan clear :D
ReplyDeleteBy the way, desain pasarnya futuristik sekali. Beda dari Pasar Badung ahaha, bahkan di-compare sama Jeju market juga sepertinya masih bagusan desain pasar di atas :))) terus central parknya kelihatan cakeeep, semoga terawat dengan baik. Berharap di Bali ada central park juga yang pakai danau di tengah-tengah biar enak kalau pulang ke Bali bisa jalan-jalan. Too bad danau terdekat adanya di Bedugul sana :"D
For the last, mau komen foto mba Nila, looks so prettyyyyy <3
Wow, reklamasi itu pasti butuh biaya besar dan juga akan merusak lingkungan di sekitarnya, apa penduduk sana ngga ada yang demo ya mbak?
ReplyDeleteBenar juga ya, kita harus bersyukur tinggal di Indonesia karena ngga semuanya impor, buah dan sayuran banyak.😃
Pasarnya bersih banget dan indah banget, andaikan di dtempat kita saat ini juga bisa di upgrade seperti ini dan bisa menjaga kebersihan dengan baik huhuw
ReplyDeleteGambar ke dua sepintas mirip Hawai..kalau yang lainya menurutku standar khas negara luar indonesia. Yaa dalam artian perpaduan Eropa & Asia..🤣🤣🤣
ReplyDeleteTiap berkunjung ke pasar tradisional, saya juga merasakan hal yang sama, Mba. Bersyukur tinggal di Indonesia yang hasil buminya banyak dan murah.
ReplyDeleteAhhh Indonesia.
ReplyDeleteTerlepas dengan segalah keruwetan negeri ini, sejauh manapun orang-orang berkelana, negeri ini selalu dirindukan ya.
Bagai surga bagi masyarakatnya.
Sayang, masih belum bisa memanfaatkan sepenuhnya apa yang ada di negeri ini.
Btw, kelihatan banget ya bagaimana di sana pun masih menggeliat maju, namun pemandangannya yang indah, beragam biru yang cantik, benar-benar bikin orang terpukau akan Maldives sekaligus Hulhumale island ini.
eh kok jadi ingat Moana sih jadinya hahahaha
Moana mah di Hawai mbak setting nya.😊
DeleteMoana Moana
Saya sudah menatap tepi air
I've been staring at the edge of the water
'Sepanjang yang bisa saya ingat, tidak pernah benar-benar tahu mengapa
'Long as I can remember, never really knowing why
Saya berharap saya bisa menjadi putri yang sempurna
I wish I could be the perfect daughter
Tetapi saya kembali ke air, tidak peduli seberapa keras saya berusaha
But I come back to the water, no matter how hard I try
Setiap belokan yang saya ambil, setiap jejak yang saya lacak
Every turn I take, every trail I track
Setiap jalan yang saya buat, setiap jalan mengarah kembali
Every path I make, every road leads back
Kalau lihat iklan banner Maldives, banyak orang melihat betapa indahnya dan alaminya, namun jarang mencari tahu lebih lanjut seperti apa sebenarnya kehidupan di sana.
ReplyDeleteMemang pulau/kota yang baru menggeliat ini pun hampir-hampir sama juga dengan kondisi di pulau-pulau terluar di Indonesia, yg belum sempat terjamah dengan pembangunan.
lebih enak tinggal di kota seperti itu memang, jauh dari ramenya kota yang bikin pusing tiap hatinya :D
ReplyDelete