Seperti
tahun-tahun sebelumnya, aku memang selalu merencanakan liburan di akhir tahun
walaupun liburannya hanya pulang ke tanah kelahiran. Jadi liburan bedakan
dengan mudik di Lebaran.
Liburan Akhir tahun kami memang selalu lebih awal, tahun ini di tanggal 6 December - 18 December, dengan pertimbangan sebagai berikut:
Liburan Akhir tahun kami memang selalu lebih awal, tahun ini di tanggal 6 December - 18 December, dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Peak season tiket pesawat selalu lebih mahal
- Peak season selalu macet, jadi kami menghindari macet
- Suami kerja di bidang pariwisata, peak season artinya Bali ramai banget, harus stay tune meskipun dia ngurusin orang-orang yang liburan ke Jepang, hehehe
![]() |
| (dari ki-ka) Wizha, Zafran dan Adek Al atau Waafi, senang bertemu setelah terakhir ketemu September 2019 lalu. |
- Karena Bundaku meminta cucunya merayakan ulang tahun di sana, walapupun aku sering bilang aku ga mau biasakan pesta ulang tahun tapi, Bunda punya alasan lebih bagus yaitu kita kumpulin keluarga dan anak tetangga biar Zafa kenal mereka semua. “Lagian, ini rumahmu!” itu kata Bunda.
- Sekalian Silaturahmi dengan keluarga yang tidak sempat kami kunjungi saat lebaran
- Jelajah wisata area Malang, Batu dan sekitarnya
- Lebih mengenalkan Zafa dengan kehidupan yang penuh kekeluargaan dan menyatu dengan alam di kampung halaman ibunya
- Aku lebih bahagia karena kangen terobati dan pas ke pasar tradisional, swalayan kadang bisa bertemu teman-teman sekolah. Itu asyik, reuni tak terduga.
- Bisa mengenalkan suami ke tanah kelahiran istrinya. Kalau suami kan lahir dan besar di Bali, aku sudah hafal cerita dia, hahaha.
- One of all, liburan paket murah. Liburan plus silaturahmi jadi berasa lebih dekat saja dengan semua keluarga.
![]() |
| Zafa dan 3 sepupunya, Adek Al, Adek Wizha dan Kak Kenzie |
Dan
pada liburan ini kami tak sempat mengunjungi banyak tempat wisata seperti tahun
sebelumnya karena ada keluarga dekat yang sakit. Kami mondar-mandir ke Rumah
Sakit. Dan mengurus urusan lain.
Tempat-tempat
yang kami kunjungi:
Trans Studio Mini
Malang yang bertempat di dekat MATOS. Ini request ponakan
yang ingin aku ajak ke mall. Ponakan ini dulu kecilnya di Bali, jadi sering aku
ajak jalan dengan Zafa tapi dia pindah ke Malang karena harus nemenin Bunda
yang hanya berdua dengan Papa.
Di
Trans Studio Mini mereka mencoba banyak mainan, kami orang tua sih gempor kalau
ngikutin mereka. Tapi, semua di sana murah. Jadi, happy banget. Kartu isi 400an
gitu 3 anak udah puas ampe pules di mobil.
Aku
sendiri sempat beli coat tipis yang aku butuhkan saat aku kadang harus naik
motor atau udara dingin juga cabin luggage persiapan bisnis travel February
nanti dengan harga super murah karena discount 70%.
Pantai di Jalan Lintas
Selatan Malang. Yang pasti ga bisa semua pantai kitra datangi
karena lebih 6 pantai di sepanjang jalan. Ini aslinya request Bunda dari tahun
2018 kata adek yang minta ke Kakak. Tapi, kayanya Kakak ngebayangin nyetir
mobilnya udha capek duluan. Jadi, ya pas aku datang ada suami yang nyetirin. Alhamdulillah,
keturutan sudah.
Kami
hanya mampir ke Pantai Ungapan dan Pantai Balai Kambang. Kalau aku pribadi
bosan dengan pantai karena rumahku ke pantai manapun terhitung dekat.
Dalam
perjalanan, kami sempat sholat di Masjid Cheng Ho Lintas Selatan yang
berdekatan dengan Pantai Goa China.
Setelahnya,
kami menuju ke Pantai Ungapan, area
perkemahan, di sana kita akan diberikan password wifi, harusnya bisa akses internet
gratis walaupun area yang susah internet. Ini sepertinya salah satu program
pemerintah. Aku yakin, beberapa tahun lagi di sana akan ramai. Karena sudah ada
apartemen dan guest house yang disewakan untuk wisatawan. Kalau punya dana
lebih bolehlah invest di sana. Pelan-pelan gitu bangun hotel, restaurant apa
guest house, hahaha.
Di
sana kami gelar tikar buat makan siang dengan bekal yang kami bawa dari rumah. Setelahnya
anak-anak main pasir.
![]() |
| Gelar Tiker, makan-makan. Fotographer selalu ga ada dalam frame. |
Yang
terpenting dari perjalanan di area Lintas Selatan Malang ini adalah menikmati
pemandangan pegunungan kiri dan kanan yang mengelilingi lautan, sangat Indah,
sejuk. Makanya, berkendara pun kami santai sambal menikmati pemandangan
hijaunya.
Batu Secret Zoo, ini adalah tujuan yang Zafa tunggu-tunggu.
Sayang kami masuknya kesiangan. Lepas sholat dzuhur baru masuk jadi ga bisa
ambil paket komplit. Kami datang weekdays, jadi tiket terbilang murah. Untuk
Batu Secret Zoo dan Museum Satwa hanya 100,000/pax. Anak-anak dengan tinggi
maksimum 85cm bayar sendiri. Jadi,m aku beli 9 tiket karena kami ber-9. Yang ke-10
masih bayi, hahaha. Kalau yang termasuk Eco Green Park 120,000/pax.
Sayang
banget pokoknya, waktunya mepet jadi kami di sana belum selesai waktu sudah mau
habis. Binatang yang ada jelas jauh lebih lengkap dari Bali Zoo. Dan dengan
harga segitu, anak-anak pun bisa main di Fun Park sampai puas!
Batu
menjadi syurga bermain dan edukasi buat anak-anak kalau nurut aku. Setelah
pulang dari Batu Secret Zoo aku kaya
sayang aja mau ke Bali Zoo dan Bali Safari, hahaha. Harganya terpaut
jauh dan sarana plus paketan yang di sediakan juga jauh. Belum lagi di Batu
Secret Zoo musholahnya luas dan enak. Makanan di dalam harganya reasonable.
Karena
tidak puas, insyaallah di liburan mendatang kami plan ke Batu Secret Zoo lagi dan Taman
Safari Prigen. Kenapa ke tempat-tempat Satwa? Karena anak-anak suka satwa
dan banyak belajar dari satwa.
Sudah 2tahun ini aku ke Malang lewat Juanda karena
harga tiket Bali – Malang yang super mahal ditambah bagasi harus bayar sendiri.
Apalagi dengan adanya tol sekarang, perjalanan makin menyenangkan. Di tol
Gempol, Pasuruan ini kita disajikan pemandangan gunung dan sawah yang buat aku
mewah banget, Indah. Kami suka takjub dan bersyukur banget tinggal di
Indonesia.
Semoga
Allah berikan kesempatan dan kemampuan untuk sering-sering berkunjung ke
Malang.











Kalau saya liburan juga lebih suka pulang kampung, pengennya seh ke Bali
ReplyDeleteKalau dikampung saya sukanya main ke pantai
Dan kulineran yang murah meriah, sate ambal
Saya juga suka kulineran, jajanan Kaki Lima atau kerennya street food.
DeleteTapi, kalau pantai kurang suka kecuali kepingin.
Cara liburan dan "menikmati" liburan setiap orang pasti berbeda - beda, kadang saya lebih seneng lihat laut saat pagi atau sore, atau mungkin berenang disungai, apalagi saat musim kemarau panjang seperti ini, rasanya bagi saya itu benar2 bisa dianggap liburang super menyenangkan khususnya jika di tempat itu tidak terlalu banyak orang. haha
ReplyDeletePendapat saya sih untuk liburan apalagi untuk anak, mungkin dia bisa diajak liburan semacam wisata alam, agar anak ada rasa cinta terhadap alam, and then siapa tahu dek zaf udah besar nanti jadi mentri lingkungan hidup atau mentri pariwisata, yah siapa tahu kan
Makasih, Om usulannya.
DeleteAamiin, aamiin...semoga Zafa dapat memberikan manfaat serta kontribusi terhadap alam, negeri ini serta dunia kelak.
Iya ya, ini Desember bulan liburan dan cuti bersama. Pasti senang liburan ke Malang yang bersejerah untuk keluarga!
ReplyDeleteSenang banget, kalau boleh nambah inginnya nambah. Sayang suami cutinya sudah habis, jadi ga bisa nambah.
DeleteKalau saya sih masih binggung nih, mau liburan kemana di akhir tahun 2019 ini. Pemandangan di Batu Secret Zoo menarik juga yah. Cocok sekali buat liburan bareng keluarga.
ReplyDeleteIya, Kang.
DeleteBatu Secret Zoo memang tempat hiburan keluarga.
Ternyata lumayan banyak juga ya tempat liburan di malang. Ada batu secret zoo dan juga pantai. Sayangnya tempatnya jauh dari Banten.😄
ReplyDeleteHahahaha
DeleteBukannya Banten juga ga kalah banyak ya tempat hiburan? Di tahun sebelumnya, kami malah lebih banyak explore tempat liburan area Kabupaten.
Sy yg saat ini tinggal di Pandaan, belum eksplor smw, baru main2 ke Batu aja, spot wisata yg murmer aja.
ReplyDeleteSkr lg sregep2 nya mancing, pantai selatan malang jadi tujuan utama.
Saya suka laut!
Iya....kamipun.
ReplyDeleteCuma beberapa yang terpaksa harus bayar sedikit mahal demi anak-anak.
Malangggg, ngangenin, meski jujur kalau ke sana juga bosan, bingung mau ke mana hahaha.
ReplyDeleteMengunjungi tempat-tempat wisata, juga kadang nggak bersahabat kalau ada anak kecil, capek boook.
Tapi jujur, saya suka udaranya :)
Hahaha
DeleteEmang, Mbak....makanya selama ini saya menahan diri buat jalan2 tanpa Ayahnya karena jujur, selama ini saya terbiasa dibantu. Kalau pas jalan begitu, si kecil lebih banyak sama Bapaknya. Tentu saja kecuali pas minum susu dan ganti popok (kalau di rumah tetep dia).
Aamiin. Batu Zoo juga bikin saya penasaran karena tempat itu banyak diulas teman-teman. Liburan ke sana seru jika barengan berombongan dengan keluarga besar karena anak-anak akan mengenangnya sebagai hal manis setelah mereka dewasa.
ReplyDeleteKarena memang tempat berlibur yang cocom buat keluarga, Mbak. Plus murah tiket masuknya.
DeleteOOoooooh suami mbak orang Bali? Wow asik dong yaaaa, jadi sering ke Pulau Dewata hehehe. Aku sekeluarga pernah juga jalan2 ke Mlaang ke Batoe Secet Zoo, Museum Angkut, Coban ROndo, bakso president dll. Memang seru banget ya main2 di sana. Kayaknya lengkap gitu apa aja ada, yang penting ada juga duitnya hahaha :D
ReplyDeleteHahahaha
DeleteIya, Mbak suami orang Bali otomatis saya pun stay di Bali.
Kalau urusan jalan-jalan saya emang prefer di Malang sih daripada Bali sendiri, atau mungkin karena udah bosan ya? Hahaha