Antri ini sebenarnya budaya dari sebuah bangsa
yang ramah seperti bangsa kita, bangsa Indonesia. Namun, karakter tidak sabar
yang membuat budaya ini amburadul. Tapi, negara kita masih termasuk negara yang
tertib kok dibandingkan negara berkembang lainnya di Asia Tenggara ini.
Namun, jika dipaksakan maka antri bisa memberikan dampak
positive yang luar biasa terhadap kehidupan kita.
Pertama: Sabar, harus sabar
menunggu antrian karena semua akan mendapatkan giliran.
Kedua: Tenggang rasa, kita
belajar menghormati kebutuhan orang lain. Jadi, bukan kita saja yang butuh
cepat, semuanya. Kalau ingin cepat ya antri biar tertib.
Kedua: Urusan lancar,
tentu saja bisa lebih lancar karena semua tertib. Lihat saja jalanan macet
semakin macet saat orang-orang ga mau antri di jalur mereka masing-masing.
Mobil masuk jalur motor dan sebaliknya, lalu jalan yang harusnya untuk 2 jalur
dijadikan 3 jalur dan ketidak tertiban lainnya. Maka semrawut dan makin
macetlah kondisi jalanan.
Ketiga: Memupuk disiplin,
disiplin bisa dimulai dari hal kecil ya mengantri ini. Kalaupun memiliki
kepentingan mendesak bertanyalah pada antriak di depan kita apakah dia mau
memberikan antriaannya pada kita. Kalau di depan kita ada 10 orang berarti ya
harus minta ijin ke 10orang tersebut. Ribet ya? Iya! Makanya antri!.
Keempat: positive vibe,
karena antri jadinya tertib dan dipandang sejuk, tentu saja dapat memberikan
positive vibe.
Kelima: Lebih bermartabat,
mereka yang ga mau antri ini termasuk orang yang memang adab-nya sampaindi
situ. Ga bisa ngerti kepentingan orang lain.
Keenam: Membuat bahagia,
kok bisa ya? Iya, bisa. Karena adanya pemandangan sejuk, tertib, baik yang
antri atau pihak laim hatinya adem, selesai dengan tanpa rasa gelisah. Bahagia,
deh. Hehehe
Ketuju: Lebih sosial, nah ini. Lebih sosial bagaimana?
Tentunya, karena antrian panjang kita manfaatkan waktu buat ngobrol dengan
antrian depan atau belakang kita, kenalan, networking, ga ada yang tahu kan
kalau ternyata dia bisa menjadi potensial client, buyer, jodoh, camer dan lain
sebagainya. Ketemunya dalam keadaan tertib, sunggug indah.
Setidaknya ada tujuh kebaikan saat kita mau budayakan antri,
maska iya masih mau saling serobot. Bagaimana sahabat, memiliki pengalaman
diserobot dalam antrian?

Saya sejujurnya paling nggak suka antri mba, ga kuat berdirinya hahaha.
ReplyDeleteTapi bukan berarti saya suka motong antrian, malu saya kalau gitu.
Yang saya lakukan adalah menghindari hal-hal yang antri jika memang kurang mendesak, misal antri di tempat makan yang ramai, mau seenak apapun mending saya cari yang lain.
Antri di bank, saya lebih hati2 urusan bank, karena males ke bank dan antri :D
Keren banget, Mbak bisa jujur begini namun Mbak-nya lebih keren jadinya menghindari hal-hal yang butuh antri. Xixixixi
DeleteTapi kadang antri itu ada aja yg misal nyerobot,,
ReplyDeletega habis pikir sama orang yang begitu,
apalagi kl antri di lalu lintas,, duh semrawut
Ketidak tertiban di jalan yang paling bahaya
DeleteTapi sekarang jamannya orang sok sibuk dan sok paling penting sendiri.
ReplyDeleteSehingga lebih suka menyerobot atau minta didahulukan. Tapi bagaimana lagi, memang seperti itu lagi trend budayanya.
Ya, kalau saya yang paling serem itu di jalan. Pernah beberapa kali mobil kami mau nabrak motor dan mobil yang nylonong di bukan antriannya.
DeleteBagus artikelnya. Tapi, mohon koreksi menurut KBBI yang baku itu antre bukan antri. Saya pun sempat menganggap antri yang baku, lebih enakeun soalnya hehe..
ReplyDeleteWah....ya makasih ya koreksinya.
Delete