Kupikir aku nggak akan pernah
menikah. Setiap saat Bundaku ribut karena anak-anak di kampung kami usia 18
sudah pada menikah sedang aku yang sudah masuk 25tahun belum juga menikah.
Meski saat itu teman dekat cowok banyak. Tapi, Bunda terus saja khawatir.
Sampai terbesit Tanya “Apa Mbakmu ini ga suka laki-laki? Kok ga
pernah ngenalin laki-laki ke kami?” Tanyanya sama adik.
Dengan pengalaman gagal di cinta
pertama serta beberapa kali mencoba pacaran gagal aku sempat memutuskan tidak
akan menikah dan fokus saja dengan karir. Tapi, keputusan itu aku keep sendiri
di dalam relung hati terdalam.
Sampai akhirnya, pada kesempatan aku
bisa berkenalan dengan seseorang yang jauh banget dari typeku. Dia di mataku
biasa saja. Pokoknya tidak terbesit buat menikah dengannya. Namun,
keberaniannya mengatakan “Mas kalau dekat sama cewek maunya langsung
serius” membuat aku terjebak
dalam pernikahan yang akhirnya bahagia. Ya, saat itu proses pendekatan hanya
satu minggu, dia langsung ke rumah dan meminta pada orang tuaku.
![]() |
| Aku dan Suami. |
Namun, pernikahan harus ditunda
selama 6 bulan lamanya karena di keluarga kami baru saja berduka. Yaitu kakek
meninggal. Orang Jawa harus menjunjung adat dan budaya Jawa kata Kakak cowokku
mewakili Papa yang duduk mendampinginya.
Saat itu, pernikahan sepakat
dilakukan di Malang, Jawa Timur tempat lahir saya. Bukan di Bali. Padahal aku
dan calon suami di Bali. Jadi terbayang bagaimana kami merencakan pernikahan
kami. Akan tetapi, saat itu keluargaku sigap membantu. Semua administrasi
disiapkan oleh Kakak di Malang, sedang suami sudah diajak konsultasi ke KAU
jadi dia tahu harus ngurus apa di Bali.
Di masa persiapan pernikahan itu
aku benar-benar stress, sampai-sampai kebaya yang kubeli yang awalnya udah
press body, di saat hari H mau akad kedondoran jadi ga gitu elok gitu. Mau
pinjam tukang make up-nya udah ga mungkin karena ukuran ya pasti sama saja
kebesaran pasti. Sebenarnya kami memiliki waktu 6 bulan persiapan, akan tetapi
karena saat itu karirku lagi bagus-bagusnya dan kesibukan yang naudzubillah
banyaknya aku rasanya ga punya banyak waktu. Ga kepikiran minta bantuan WO
karena ujung-ujungnya nanti akan debat lagi sama keluarga, merasa ga dianggap.
Padahal sih, ya…niatnya biar mereka ga sibuk-sibuk amat.
Aku sempat berkonsultasi ke beberapa
teman yang sudah menikah duluan, enaknya menikah di rumah atau di gedung?
Meskipun untuk akad aku lebih suka dilakukan di Masjid. Keluarga suami yang
lokasinya tidak terpusat di Bali, Mayoritas di Padang dan Jakarta mengusulkan
kalau pernikahan dilakukan di gedung. Tapi, di tempatku susah sekali mencari
lokasi gedung yang sesuai kriteria harus muat banyak orang. Adapun satu-satunya
dengan kapasitas hampir 1000 orang gedung dan segala fasilitasnya butuh
regenerasi dalam artian sudah kurang layak. Bagi kalian yang tinggal di Bekasi
atau sekitarnya sih enak, ada Grand Galaxy Convention Hall yang berkapasitas 2500 orang sebagai gedung
pernikahan dengan fasilitas-fasilitas seperti:
- Convention Hall full AC
- Lantai berkarpet eksklusif
- Crystal Ceiling & Customize
lighting
- Kapasitas listrik 20000 Watt
- 1 ruang VIP / ruang persiapan
pengantin
- 2 ruang persiapan keluarga
- Parkir, eskalator, lift
- Pre-function & Parkir VIP
- Dapat dibagi menjadi 3 mini hall
- Private rest room
Kalau begini sih presentable banget.
Belum lagi kita ga perlu repot-repot nyari catering kalau mau Grand Galaxy Convention Hall juga
memiliki list vendor untuk catering,
dekorasi, entertainment, photo studio, sanggar rias dan bridal serta wedding
cake. Bahkan, untuk wedding ring
dan paket bulan madu pun bisa dibantu sama mereka. Paket All ini One gitu. Kalau
begini sih yang penting kita tinggal siapkan diri saja terutama mental, hehehe.
Selain itu Galaxy Grand Convention
Hall juga sering mengadakan Wedding Exhibiton secara berkala, yaitu Bekasi
Wedding Exhibition. Buat yang berencana menikah, bisa banget ngedapetin
referensi tentang persiapan-persiapan pernihakan, mendapatkan ide pernikahan
seperti apa. Yang pasti di sana kalian bisa ketemu para vendor untuk paket
pernikahan kalian sekaligus. Jaman sekarang menikah itu mudah banget,
ya? Ga kaya jaman orang tua kita dulu, hehehe.
Grand Galaxy Convention Hall menjadi satu-satunya gedung pernikahan di Bekasi yang highly recommended. Mau bikin
reservasi atau tanya-tanya dulu biar dapat gambaran pernikahan impian kamu seperti apa? monggo....
Lantas, bagaimana dengan
pernikahanku dulu?Lupakanlah. Aku sedang tidak di Bekasi, dan saat itu pun
sempat terkena musibah besar satu minggu menjelang hari H pernikahanku. Bundaku
sakit, dan harus melakukan operasi besar angkat rahim. Perniakahanku tidak di
gedung dan akad yang kurencanakan di Masjid pun gagal karena Bunda yang
terbaring sakit ingin mendengarkan acara prosesi akad.
Jadi, aku bisa bilang kalau
pernikahanku tetap berlangsung dan tejadi semua itu tidak luput dari dukungan
tanteku yang biasa kupanggil Mama. Beliau yang menguatkanku, karena sehari
menjelang AKAD aku sempat bilang ke Mama “Ma, aku ga mau menikah. Aku mau
merawat Bunda saja” Mama terus meyakinkan dan menguatkan sampai pada
hari H.
![]() |
| Foto Nikahku bersama adik (kiri) dan sepupuku (kanan) |
Alhamdulillah, sekarang
pernikahan kami sudah berusia 6 tahun dengan satu anak berusia 4,5tahun.
Meskipun saat pernikahan aku tidak merasakan bahagia, kehidupan pernikahanku
sangat bahagia. Jika pun aku tersenyum di setiap foto, semua kulakukan demi
Bundaku. Agar dia legah, anak yang selama ini dia khawatirkan akhirnya menikah.
Dan Alhamdulillah juga, Bundaku sehat sampai sekarang meskipun effect dari
pengangkatan salah satu organnya berakibat ke psikologisnya, namun kami sudah
melewati itu semua.
Artikel ini kuikutkan Giveaway-nya Teh Liswanti Pertiwi, yang mau ikutan Giveaway Pernikahan masih ada waktu lho. Share moment penuh kenangan kamu yang mungkin bisa menginspirasi teman-teman lainnya dan menangkan hadiahnya :).




No comments:
Post a Comment
Hai Sahabat,
Terima kasih sudah berkenan datang dan membaca.
Cheers dan Banyak Cinta dari Bali!!
XoXo